Mengenal Baja Ringan

Baja Ringan – Jenis material konstruksi ini makin dikenal luas. Anda mungkin tak asing lagi dengan penampakan material satu ini. Namun sebenarnya apa itu baja ringan, apa saja unsur penyusunnya, dan seberapa besar manfaat Baja Ringanbagi dunia konstruksi?

Baja tersusun dari besi dan karbon (Fe dan C). Apabila unsur tersebut bercampur dengan air dan udara  akan timbul reaksi yang mendorong terjadinya karat. Berkat kemajuan teknologi konstruksi saat ini, baja ringan yang kita kenal telah dilapisi (dicampur) dengan materi logam mineral lain guna mendongkrak kekuatan dan kualitas, termasuk menghindari efek korosi (karat). Pengaplikasian lapisan antikarat sangat penting untuk menjaga agar material awet dan tahan lama.

Pada umumnya lapisan tahan karat yang di pakai yaitu lapisan AZ (ALUMUNIUM dan ZINC), seperti GALVALUME atau ZINCALUME, dan lapisan Z (ZINC) yang sering kita disebut GALVANIZED

Baja ringan dikenal memiliki kualitas tinggi, bersifat ringan dan tipis, akan tetapi kekuatannya tidak kalah dari baja konvensional.  Materi baja ringan ini dikelompokan berdasarkan nilai tegangan tariknya (tensile strength). Kemampuan tegangan tarik ini umumnya didasarkan pada fungsi akhir dari baja ringan tersebut.

Sebagai contoh untuk produk struktural seperti rangka atap baja ringan menggunakan baja ringan dengan tegangan tarik tinggi (G550). Namun untuk berbagai produk home appliances umumnya dipergunakan baja ringan dengan tegangan tarik yang lebih rendah (G300, G250) yang lebih lentur dan lunak sehingga lebih mudah dibentuk sesuai keinginan.

Oleh sebab tingkat kualitas dan kuat tarik tinggi, tidak mengherankan jika baja ringan lebih tipis dan ringan dibandingkan baja konvensional. Baja G550 bisa diartikan sebagai baja yang mempunyai kuat tarik 550 Mpa (Mega Pascal). Uji kualitas ini hanya dapat dibuktikan di laboratorium.

Meskipun lebih ringan dan tipis dari baja konvensional, dengan kuat tarik sebesar 550 Mpa baja ringan dapat dijadikan andalan untuk menopang beban struktur bangunan. Sementara untuk fungsi non struktural seperti penutup atap (genteng metal) diguanakan baja ringan kualitas G300.

Bagaimana dengan ketebalan baja ringan? Dipasaran umum ketebalannya berkisar antara 0,20 – 2,00 mm. Variasi ketebalan ini ditentukan oleh fungsi , sebarapa besar beban yang ditopang dan ukuran bentang baja itu sendiri. Ukuran ketebalan yang lebih kecil dibanding dengan baja konvensional bertujuan untuk mengurangi beban strukutur bangunan secara menyeluruh.

Kuda-kuda baja ringan mempunyai ketebalan antara 0,45 – 1,00 mm. Berbeda dengan kolom yang akan menopang beban yang lebih besar, ketebalannya kisaran antara 1,00 -2,00 mm (profil C). Sedangkan untuk genteng metal ketebalannya 0,20 mm karena bisa dikatakan tidak memikul beban, dan dengan ketebalan tersebut sudah cukup memadai.

One Trackback

Leave a Reply

You might also likeclose