Pakailah Rangka Baja Ringan Standar SNI

Pakailah Rangka Baja Ringan Standar SNI – Ya, Standar SNI? nampaknya klise ya, dan sebagian masyarakat masih sanksi atas penerapan standar SNI dalam berbagai produk, jangan-jangan cuma label belaka. Dalam hal instalasi Rangka Baja Ringan, kami yang telah bertahun-tahun bergelut di bidang ini secara tegas menyarankan untuk selalu mempergunakan produk baja ringan berstandar SNI, dan ini bukan sekedar label, percayalah.

Coba Rekan-rekan luangkan waktu sejenak untuk membaca posting berikut yang kami kutip dari harian online, Pikiran Rakyat. Kejadian pilu yang mudah-mudahan tidak berulang, akibat mengabaikan standar SNI.

Atap Baja Ringan SD Cipondok Ambruk, Empat Siswa Terluka

KUNINGAN, Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kab. Kuningan, Drs.H.Lili Suherli, menegaskan, pihak CV. Panca Putra Perkasa sebagai pemasok dan pelaksana pembangunan, harus bertanggung jawab untuk mengganti dan membangun kembali tiga lokal ruang kelas bangunan SDN 1 Cipondok Kec.Cibingbin yang ambruk, akibat konstruksi dan kualitas rangka baja bangunan itu tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

rangka atap baja ringan non sni

Berdasarkan hasil penelitian sementara, ambruknya bangunan SD Cipondok tersebut akibat kualitas rangka baja yang dipasok CV. Panca Putra Perkasa tidak memenuhi syarat SNI, dan pemasangan konstruksinya tidak didukung dengan perhitungan yang tepat dan cermat sehingga tidak kuat dan akhirnya ambruk.

Hal itu atas hasil survai di lapangan yang dilakukan oleh petugas teknis dari Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya, yang berkewajiban melakukan survai lapangan sebab-sebab ambruknya atap rangka baja SD Negeri 1 Cipondok Kec.Cibingbin itu.

“Tidak ada kata lain selain pihak pengusaha harus segera memperbaikinya dengan kualitas rangka baja yang terbaik sesuai dengan ketentuan apalagi masih dalam garansi selama 10 tahun sehingga para murid tidak telantar dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar,” kata Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kab. Kuningan, Drs.H.Lili Suherli, saat meninjau bangunan SD Cipondok yang ambruk, Jumat (11/6).

Menurut Lili, SDN 1 Cipondok itu mendapat dana rehab dan dibangun melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2008. Rangka atap bangunan tersebut, menggunakan rangka atap baja ringan yang sebenarnya jauh lebih baik dibanding dengan kayu. Namun, apabila kualitasnya tidak sesuai SNI dan pembangunan konstruksinya tidak sesuai perhitungan, bangunan tersebut sangat rentan untuk ambruk.

Sementara itu, Ketua DPRD Kab. Kuningan Acep Purnama mendesak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) dan Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya untuk turut bertanggung jawab atas insiden ambruknya atap tiga ruang kelas SDN 1 Cipondok Kec.Cibingbin, yang menyebabkan empat siswa menjadi korban dan menderita luka-luka.

Menurut Kepala SDN I Cipondok Kec. Cibingbin, Moh.Toha, Jumat (11/6), sebenarnya tidak ada hujan tidak ada angin sebelum kejadian, tapi sekitar pukul 07.15 WIB pagi itu saat pelajaran belum dimulai, tiba-tiba terdengar suara gaduh dan tak lama kemudian atap tiga ruang kelas yakni ruang kelas III, IV dan V ambruk menimpa seluruh mebelair dan empat siswa yang lagi nyapu di dalam kelas dan mereka menderita luka ringan.

Hmm, semoga kejadian seperti ini tidak berulang lagi ya. So, pastikan ketika Anda hendak mengaplikasikan konstruksi rangka atap baja ringan pada rumah atau bangunan lain, selalu perhatikan standar kualitasnya, dan pilihlah aplikator baja ringan dengan kompetensi di bidangnya, sebisa mungkin pilihlah aplikator baja ringan berlisensi.

sumber: http://www.pikiran-rakyat.com

Post a Comment

You might also likeclose