Perbedaan Desain Atap Baja Ringan dan Atap Kayu

Perbedaan Desain Atap Baja Ringan dan Atap Kayu- Dalam dunia konstruksi, desain bentuk atap cukup beragam. Secara umum, kita mengenal bentuk pelana, limasan, setengah kuda-kuda dan bentuk lainnya. Mulai dari yang sederhana hingga yang rumit.

Rumah standar biasanya memiliki atap dengan bentuk-bentuk dasar. Rata-rata bentuk atap standar adalah pelana, yaitu bentuk atap dengan bidang kemiringan ke dua sisi seperti pelana kuda. Dilihat dari satu sisi, atap pelana berbentuk segi tiga sama kaki, yang dibentuk dari kuda-kuda sebagai konstruksi utamanya. Sedangkan dari sisi lainnya, terlihat berbentuk persegi yang miring, sebagai bidang tempat penutup atap dipasang.

Desain Dasar Rangka Atap Kayu

Atap pelana banyak dipergunakan sebagai atap bangunan karena desainnya yang sederhana dan dianggap paling efisien. Yaitu dengan kuda-kuda berbentuk seragam yang dipasang sejajar dan kemudian dirangkai dengan balok nok pada bagian atas, gording pada bagian samping, sehingga menjadi satu kesatuan, membentuk bidang miring pada kedua sisinya. Kemudian diakhiri dengan menempatkan kaso dan reng pada bidang miring tersebut, sebagai tempat meletakkan genteng.

Desain Rangka Atap Baja Ringan

Pada rangka atap baja ringan, strukturnya sedikit berbeda. Untuk atap berbentuk pelana, kuda-kuda tetap ada. Namun, dalam pemasangannya, jarak antar kuda-kuda menjadi lebih rapat dibandingkan jarak antar kuda-kuda pada rangka kayu.

Gording dan kaso tidak dibutuhkan pada rangka atap baja ringan. Genteng sebagai penutup atap langsung dipasang di atas reng, yang sekaligus menggantikan fungsi gording untuk merangkai keseluruhan kuda-kudanya. Reng juga dipasang pada bagian bawah dan tengah untuk menambah kekakuan keseluruhan kuda – kuda. Dengan begitu, penggunaan bahannya lebih efisien.

Penggunaan contoh desain atap pelana di sini dimaksudkan untuk mempermudah diskripsi saja. Dalam penerapan di lapangan Materi Rangka Atap Baja Ringan ini dapat diaplikasikan dalam berbagai desain rangka atap.

Dari segi efisiensi bahan dan kekuatan konstruksi, modifikasi dan kombinasi atap pelana tetap yang paling efisien. Selain itu, rangka atap baja ringan juga bisa dipergunakan untuk membentuk rangka atap perisai dan kombinasinya. Bahkan, dapat pula dibentuk rangka atap berbentuk lengkung pada bagian atas dan bermacam kombinasi lainnya.

Post a Comment

You might also likeclose